Thursday, April 24, 2014
   
Text Size

Jurnal Didaktika Islamika

FITK UIN Jakarta Online - Untuk memberikan kontribusi bagi perkembangan keilmuan tentang pendidikan dan mengembangkan jejaring kerjasama (networking) internasional,  Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerbitkan Didaktika Islamika ”Jurnal Tarbiyah dan Keguruan”  ISSN 1411-5913.

Pada terbitan edisi ini disajikan delapan artikel. Tema pertama tentang kurikulum. Musfah menyajikan tentang kurikulum yang dikelola untuk mengembangkan afektif siswa. Yunus menulis tentang “Pendekatan Integratif Vs Pendekatan Interdisiplin: Dikotomi atau Continuum?“, sedangkan Zuhdi memaparkan soal ”Pendekatan Transdisiplin: Sebuah Alternatif Pendidikan Komprehensif”.

Tema kedua mengenai manajemen pendidikan. Rifai menulis tentang bagaimana masyarakat muslim mengembangkan konsep sekolah Islam yang unggul dan dapat dijadikan model bagi sekolah-sekolah lainnya dan bagaimana implementasinya dalam tataran praktis. Nata menyajikan ”Model Sekolah Islam yang Dikelola dengan Manajemen yang Modern dan Berkualitas”. Ia memaparkan ciri-ciri sekolah modern dan berkualitas, serta menyebutkan beberapa contohnya. Rojun mengelaborasi konsep Learning Organization dalam pengembangan Pendidikan Agama di sekolah.

Tema ketiga tentang ilmu pendidikan Islam. Wahab menguraikan mengenai perlunya pemikiran pendidikan Islam direkonstruksi, dengan tujuan memberdayakan umat Islam menuju "masyarakat madani", melalui reaktualisasi tiga kata kunci visi dan misi profetik: mendidik, membentuk karakter, dan menyayangi.

Tema keempat soal media pembelajaran. Secara teoritis, Munadi memaparkan pemanfaatan media dalam proses pembelajaran.

Kami mengucapkan terima kasih kepada para kontributor tulisan, baik dari dalam maupun dari luar FITK UIN Syahid Jakarta. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Mitra Bestari dan Dewan Redaksi yang telah meluangkan waktunya untuk mengedit tulisan-tulisan dalam edisi ini. Kepada rekan-rekan redaksi dan sekretariat, kami juga sampaikan ucapan terima kasih yang tulus. Tanpa kerjasama mereka, jurnal ini tak mungkin terbit.

Semoga jurnal ini bermanfaat bagi pembaca umumnya, khususnya para peminat dunia pendidikan; bagi para dosen, semoga jurnal ini bisa memotivasi mereka untuk menulis artikel ilmiah. Kami akan senang menerima tulisan bapak/ibu/saudara dosen, baik dari dalam maupun dari luar FITK UIN Syahid Jakarta.(Indra)
Anda juga dapat mengunjungi websitenya langsung dengan alamat url:
Website    : http://didaktika.fitk-uinjkt.ac.id
Email        : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Berita Terkini

Jurnal Didaktika Islamika

 

Headline

Hasil Kelulusan Pelaksanaan PLPG Provinsi DKI Jakarta Dan Banten 2011

FITK Online - Hasil Kelulusan Pelaksanaan PLPG Provinsi DKI Jakarta Dan Banten Rayon LPTK Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2011 dapat anda download degran meng-klik  Link dibawah ini :

  1. PLPG Prov. DKI Tahap I
  2. PLPG Prov. Banten Tahap I
  3. PLPG Prov. DKI & Banten Tahap II
  4. PLPG Prov. DKI & BantenTahap III
  5. PLPG Prov. DKI & BantenTahapIV

 

 

Tips Menarik

Tips Menjadi Guru Hebat (The Great Teacher) dan Mulia

 

Tips Menjadi Guru Hebat (The Great Teacher) dan Mulia

Diadaptasi & Dielaborasi dari Prof. Mary Gallaghar (University of Canbera Australia)

Oleh Muhbib Abdul Wahab

Jangan tanggung-tanggung jika Anda menjadi guru. Jadilah guru yang hebat dan teladan. Guru hebat ditandai dengan 5 indikator: (1) kualitas diri, (2) integritas moral, (3) kedalaman ilmu, (4) keterampilan (terutama mendayagunakan metode dan media), dan (5) komitmen (adanya panggilan jiwa dan penuh tanggung jawab). Profesi guru itu sangat mulia dan menentukan masa depan bangsa, bahkan turut mempengaruhi seseorang kelak masuk surga atau neraka!!

Menjadi guru hebat menuntut keahlian dan keterampilan tersendiri, karena guru hebat harus menjadi komunikator, motivator, inspirator, dan pembangun kepribadian dan karakter siswa/mahasiswa. Guru hebat harus mau dan mampu melakukan, minimal 6 hal:

1. Memiliki keinginan untuk mengenal, menyentuh hati siswa serta melibatkannya dalam proses pembelajaran. Ketika berkomunikasi dengan mereka , guru harus bisa melakukan kontak mata sekaligus kontak hati. Semakin mengenal jati diri siswanya, guru seharusnya semakin arif dan bisa mendekati serta membangun kerjasama yang saling menguntungkan.

2. Mengomunikasikan tujuan dan harapan secara eksplisit. Ketika mengawali proses pembelajaran di dalam kelas, idealnya guru dapat meyakinkan mereka bahwa tujuan dan harapan yang hendak dicapai pada jam pelajaran ini penting dan baik.

3. Menyiapkan dan menjadikan bahan ajar menarik, menantang, dan merangsang (menstimulir).

4. Mendorong siswa/mahasiswa berpikir kritis dan kreatif, dan memberanikan mereka menerapkan pengatahuan yang sudah dipahaminya secara praktis. Guru bahasa Arab misalnya harus mampu member contoh berbicara dalam bahasa Arab secara baik berikut membisakan dan membiasakan mereka berbahasa Arab.

5. Melakukan kontekstualisasi dengan dunia nyata. Materi yang diajarkan seoptimalkan mungkin dikaitkan dengan perkembangan sosial, budaya, ilmu, pendidikan dan sebagainya, sehingga menjadi lebih menarik dan dinamis.

6. Masuki “dunia siswa/mahasiswa, dan jangan paksakan dunia guru dimasukkan dalam dunia mereka.” Senada dengan itu, Imam Ali bin Abi Thalib menyatakan: “Didiklah anak-anak sesuai dengan konteks zaman mereka, karena mereka akan hidup di zaman yang berbeda dengan zaman kalian.”

Ada sejumlah langkah menuju guru hebat:

1. Menunjukkan model pembelajaran yang hebat (guru sebagai model teladan)

2. Membelajarkan bagaimana (cara) belajar yang efektif bagi siswa/mahasiswa

3. Beristiqamah dengan prinsip: “Latihan dan praktik yang intensif membuat siswa/mahasiswa semakin belajar, memahami pelajaran dan terampil.” Proses pembelajaran kita seringkali kering dari latihan, praktik, dan aplikasi nyata dari teori yang telah dikatahui.

4. Berani, peduli, dan menjalin hubungan atau komunikasi yang intens dan positif dengan siswa/mahasiswa.

5. Meyakini dan mempraktikkan ekspektasi (harapan) yang tinggi. Guru yang hebat harus berpikir positif, optimis, dinamis, dan futuristik.

6. Mendorong kesadaran diri dan tanggung jawab secara moral dan professional. Guru hebat bukan semata-mata mengemban tanggun jawab profesinya, tetapi juga akan dimintai pertanggungjawaban secara moral di hadapan umat dan Tuhan.

Guru hebat adalah guru yang memiliki karakter sebagai berikut:

1. Menstimuli (mendorong) dan memberikan tantangan kepada siswa/mahasiswanya ke arah prestasi yang lebih tinggi dan menuju kemajuan masa depan yang lebih prospektif.

2. Menyatakan standar kompetensi dan target-target ekspetatif kepada mereka.

3. Mempartisipasikan mereka dalam perencanaan, proses dan program pembelajaran secara konstruktif dan produktif.

4. Menggunakan metode dan media yang efektif, kontekstual dengan tujuan, materi, perkembangan peserta didik, dan kondisi yang ada.

5. Memberikan umpan bali (feedback) yang konstruktif. Guru hebat tidak semata-mata memberi tugas kepada siswa/mahasiswanya, tetapi juga harus member respon, koreksi, revisi, pengayaan materi, dan inovasi-inovasi lainnya.

 

Pada akhirnya guru hebat harus menyontoh Rasulullah Saw. dalam mendidik para sahabatnya. Beliau menyatukan antara kata dan tindakan nyata. Beliau memahami dan berbicara sesuai dengan tingkat kemampuan para sahabatnya: memotivasi bukan mengintimidasi, mempermudah bukan mempersulit, menyederhanakan bukan merumitkan. Terkadang beliau mendidik dengan contoh, dengan dialog, dengan kisah, dengan sejarah, dan aneka pendekatan lainnya. Guru kemanusiaan terhebat seperti Nabi SAW selalu berkomitmen untuk membisakan dan membiasakan siswa/mahasiswanya berbudi pekerti, berperilaku santun dan terhormat.

Guru hebat seperti kanjeng Nabi Saw adalah guru yang bisa memanusiakan manusia yang berkarakter dan berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian unggul dan bermartabat. Guru yang hebat dan mulia adalah guru selalu mau belajar, meningkatkan kualitas diri dan performanya, sehingga dapat memberi layanan edukasi yang terbaik dan mencerdaskan.

 

Salam sukses dari Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan FITK UIN Jakarta

Rabu, 14 Maret 2012